DIY - KYOTO

Kafka
DIY - KYOTO

Penjajakan

Kota Kyoto dan Yogyakarta merupakan kota yang memiliki hubungan erat dan telah berkembang menjadi hubungan sister province secara resmi sejak tahun 1985 hingga sekarang. Diawalali dengan Perjanjian Untuk pendirian hubungan yang ramah antara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Prefektur Kyoto yang ditandatangani oleh Paku Alam III yang mewakili Yogyakarta dan Yukio Hayashida yang mewakili Prefektur Kyoto. Di dalam persetujuan tersebut terdiri dari Seni dan Budaya, pendidikan dan ilmu teknologi, promosi turis, industri, dll.

Kunjungan kerjasama

Menindaklanjuti kunjungan Wakil Gubernur Kyoto, Shuici Yamauchi ke Yogyakarta pada tanggal 23 – 25 Agustus 2018, dimana pada tahun 2020 nanti Kerjasama Sister Province antara Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Prefektur Kyoto akan memasuki usia 35 tahun. Kerjasama ini telah terjalin sejak ditandatanganinya Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding) Kerjasama Persahabatan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Prefektur Kyoto pada 16 Juli 1985 dan terakhir ditandatanganinya Penegasan Kembali Persetujuan Kerjasama Persahabatan antara Pemerintah Daerah DIY dan Prefektur Kyoto pada 27 Agustus 2015.

 

Dalam rangka peringatan 35 tahun Kerjasama Persahabatan antara Pemerintah Daerah DIY dan Prefektur Kyoto, serta penguatan kerjasama antara kedua daerah tersebut, maka Gubernur atas nama Pemerintah Daerah DIY memandang perlu untuk melaksanakan Kunjungan Kerja ke Prefektur Kyoto, Jepang dalam rangka rapat teknis penyusunan kegiatan bersama perayaan 35 tahun kerjasama DIY – Prefektur Kyoto. Maksud kunjungan adalah persiapan dan pembahasan program kegiatan kolaborasi peringatan 35 tahun kerjasama Pemda DIY dengan Prefektur Kyoto yang akan dilakukan pada tahun 2020, dimana hasil kunjungan Wakil Gubernur Kyoto, Shuici Yamauchi ke Yogyakarta pada Agustus 2018 disepakatinya program kegiatan kolaborasi, yang akan diperingati di 2 tempat yaitu di Kyoto, Jepang dan Yogyakarta, Indonesia.

 

Di samping membahas program persiapan 35 tahun Kerjasama Persahabatan antara Pemerintah Daerah DIY dan Prefektur Kyoto, juga dilakukan pembahasan terkait reafirmasi kerjasama 5 tahun ke depan, peluang untuk mengoptimalkan kegiatan pada bidang kerjasama yang ada serta kemungkinan untuk perluasan bidang kerjasama.

 

Implementasi kerjasama

Salah satu faktor pendukung terjalinnya hubungan ini yaitu sebuah kesamaan dimana kota Yogyakarta dan Kyoto merupakan kota budaya. Di Kyoto banyak diproduksi kerajinan tangan dan masakan tradisional. Dalam hal ini, terdapat hal yang sangat menarik dari hubungan sister province Yogyakarta dan Kyoto yaitu keduanya merupakan kota budaya. Kedua kota tersebut termasuk kota yang maju dalam bidang kerajinan. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sentra-sentra usaha kecil mikro (UKM) yang bergerak di bidang kerajinan baik di Yogyakarta maupun di Kyoto. Kolaborasi batik Yogyakarta dengan benda-benda khas Kyoto seperti Kimono, Obi, sandal dan tas khas Kyoto yang bermotif batik merupakan program dari kerjasama sister city Yogyakarta dan Kyoto yang disebut dengan Te-Collabo (technology collaboration). Dalam acara yang diadakan untuk memperingati hubungan kerjasama sister province Yogyakarta dan Kyoto juga kerap kali memamerkan hasil karya seni kerajinan dari pengrajin kedua provinsi tersebut. Jika terdapat kolaborasi budaya yang dapat menghasilkan karya -karya seni kerajinan baru antara pengrajin Yogyakarta dengan Kyoto tentunya sangat diharapkan adanya kerjasama yang terus berkelanjutan. Dengan kata lain, hubungan sister province Yogyakarta dan Kyoto ini bisa dijadikan sebagai jembatan untuk menghubungkan pengrajin dari Yogyakarta dan Kyoto.

 

Kerjasama Kyoto dan Yogyakarta sendiri dilandasi dari faktor kebudayaan yang masih sangatlah kuar di masing-masing kota. Kyoto dengan budaya jepang yang kuat ditandai dengan tempat-tempat yang kental dengan budaya. Begitu juga dengan Yogyakarta. Kerjasama antara Yogyakarta dan Kyoto dikuatkan juga dengan terbentuknya League of Historical Cities (LHC) dimana Yogyakarta adalah satu-satunya kota di Indonesia yang menjadi anggota dari Liga Kota-Kota Bersejarah / League of Historical Cities (LHC) yang berpusat di Kyoto, Jepang. Liga ini berdiri pada tahun 1994 dan Yogyakarta adalah salah satu anggota pendirinya. Liga ini dibentuk dengan tujuan umum untuk memberikan kontribusi pada perdamaian dunia di masa mendatang. LHC ini berkomitmen untuk memperdalam pemahaman antar bangsa dengan melampaui batas-batas wilayah dan membangun fondasi yang sama dari kota-kota bersejarah demi memperkuat ikatan antar kota.

Apabila Kyoto terkenal dengan kerajinan tenun tradisional Nishijin, yang menjadi backbone industri tekstil modern, Yogyakarta memiliki seni kerajinan batik yang diakui sebagai World Culture Heritage oleh PBB, yang pengembangannya di Indonesia menjadi tren mode fashion masa kini Terbukti dengan pameran-pameran yang diadakan di kyoto maupun di yogyakarta sampai kunjungan Sultan Hamengku Buwono X mengunjungi Kyoto pada tanggal 9 oktober 2010 untuk menghadiri beberapa kegiatan, antara lain pameran Te- Collabo atau Technology Collaboration juga pembahasan kerjasama kebudayaan.

Di Yogyakarta sendiri sering diadakan pameran-pameran yang bertajukan kebudayaan jepang yang dikolaborasi dengan kebudayaan daerah seperti pameran kimono dll. Baru-baru ini pun diadakan pameran lukis anak yang memamerkan hasil lukisan anak yogya dan hasil lukisan anak jepang. Dan beberapa acara di atas hanyalah sebagian kecil acara-acara yang telah dilaksanakan antara Kyoto dan Yogyakarta. Bahkan muncul ide baru ketika tenunan sutra jepang dikolaborasikan dengan motif batik Yogyakarta menghasilkan sebuah kolaborasi tenun kyoto berbahan sutera bermotif batik. Kolaboriasi ini sangat digemari di Jepang dan berharga sangat mahal.

Di bidang pendidikan juga telah sering dilakukan kerjasama antara jogja dan Kyoto diantaranya Beberapa waktu yang lalu, tim Overseas Training Dinas Dikpora DIY bertolak ke Kyoto untuk belajar tentang penerapan teknologi pada pendidikan dasar hingga menengah di Jepang. Selain itu, Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Yogyakarta juga telah berniat untuk mengembangkan kerjasama Pemerintah DIY- Kyoto melalui program Student Exchange Program, Joint Research, Joint Seminar, Double Degreee, serta program-program lainnya.  Yang paling favorit ialah pelatihan prepensiun bagi pegawai pemerintah kedua provinsi. Pelatihan dilakukan dengan tempat di Yogya maupun Tokyo, tergantung kesepakatan.