DIY - VICTORIA

Kafka
DIY - VICTORIA

Kronologis Kerjasama

Penjajakan (2013)

Pada bulanJuni 2013, Premier Victoria, Mr. Denis Napthine berkunjung ke Yogyakarta disertai oleh rombongan pebisnis sebanyak 450 orang dari usaha kecil dan menengah di Victoria. Kunjungan tersebut merupakan salah satu rangkaian kunjungan ke Indonesia (Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta), yang bertujuan untuk melakukan penjajakan kemungkinan kerjasama di bidang wirausaha. Premier ditemui oleh Gubernur DIY, dan salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah wacana pembentukan kerjasama sister provinceantara DIY dan Victoria.

KJRI Melbourne melalui surat tanggal 1 Oktober 2013 (No. 1083/PSB/UM/X/2013) menyampaikan usulan kerjasama Sister Province antara Victoria dan Yogyakarta. Bidang kerjasama yang diusulkan adalah bidang seni dan budaya, dilatarbelakangi oleh keberhasilan program Arts Island Festival di Indonesia Juni-Juli 2013 yang diikuti oleh Multicultural Arts Victoria. Jill Morgan (CEO MAV) menyampaikan bahwa Yogyakarta memiliki banyak potensi untuk dikerjasamakan di bidang seni dan budaya mengingat pesatnya perkembangan seni kontemporer di Yogyakarta.

Kunjungan Kerjasama

Sebuah kunjungan kerja dilakukan oleh Pemerintah DIY padatanggal 24 s/d 30 Juni 2014untuk memenuhiundangandari Pemerintah Victoria dan Pemerintah Australia Selatan mengenaipenjajakan kerjasama. Delegasi Pemda DIY mengadakan beberapa pertemuan dengan pemerintah Victoria dalam kunjungan tersebut sesuai bidang yang potensial untuk dikerjasamakan. Pada pertemuan itu diperoleh kemungkinan bentuk kerjasama diantara kedua belah pihak yaitu Sister State Cooperation ataupun Partnership. Bidang-bidang kerjasama yang potensial untuk dikerjasamakan dengan Pemerintah Victoria, kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:

  1. Bidang seni budaya
    1. Peningkatan manajemen pengelolaan museum yang ada di DIY melalui pengiriman ataupun pertukaran expert.
    2. Keikutsertaan delegasi Yogyakarta dalam festival-festival yang ada di Melbourne begitupun sebaliknya.
    3. Kolaborasi seniman dari kedua daerah dalam proyek-proyek pertunjukan maupun pameran yang diadakan di Indonesia maupun Australia.
    4. Pertukaran pengalaman seni dan budaya di tingkat pendidikan dasar melalui program digital hookup dengan bantuan teknologi video conference.
    5. Pertukaran guru untuk mengenalkan lebih jauh bagaimana teknologi digital digunakan sebagai sarana pendidikan di tingkat dasar di Victoria.
    6. Memasukkan karya-karya seniman yang ada di Yogyakarta untuk dapat dipajang di Galeri Victoria.
    7. Memasukkan karya-karya seniman yang ada di Indonesia, serta Yogyakarta kedalam e-digital book yang nantinya digunakan sebagai bahan pembelajaran siswa-siswa yang ada di Victoria.
    8. Pada tahun 2017, akan dilaksanakan event tahunan Asian Triennial Program dimana program ini akan memfasilitasi seniman yang ada di Yogyakarta untuk datang ke Victoria dan mempertunjukan hasil karyanya di Galeri Victoria.

 

  1. Bidang pendidikan
    1. Pembentukan sister school antara sekolah dasar yang ada di Yogyakarta dengan di Victoria. Hubungan kerjasama tersebut dapat diisi dengan kegiatan pertukaran siswa, pertukaran guru, serta pemagangan guru.
    2. Pembentukan dan peningkatan kerjasama antara perguruan tinggi di Melbourne dan Yogyakarta melalui kerjasama penelitian, publikasi jurnal, seminar internasional dan pelatihan kepemimpinan akademik.

 

  1. Bidang investasi dan pariwisata
    1. Kerjasama promosi pariwisata bekerja sama dengan pihak swasta khususnya maskapai penerbangan
    2. Kemungkinan mendatangkan rombongan investor potensial dari Victoria untuk datang ke Yogyakarta dan melakukankerjasamawirausahadenganpebisnis di Yogyakarta

 

 

Penandatanganan Letter of Intent

MenindaklanjutikunjunganpenjajakankerjasamaPemerintah DIY ke Victoria, telahdilaksanakanexchange of noteantaraKepala BKPM DIY dengan Executive Director International Intergovernmental Relations yang isinya mengindikasika keinginan kedua belah pihak untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kemungkinan pembentukan kerjasama sister province. Melalui surat dari KJRI Melbourne, Australia disampaikan bahwa komitmen tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pembicaraan di level teknis berupa pembahasan rancangan MoU Sister Province. Sesuai dengan Permendagri No.3 Tahun 2008 maka langkah yang harus ditempuh adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI).

BKPM DIY telahmenyampaikan draft LoI tersebut kepada Pemerintah Pusat (Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri). Draft tersebutnantinyaakandibahas, bersamaandenganrapat inter-kementerian yang akandilaksanakan pada tanggal 20 November 2014. Diharapkan hasil dari rapat interkem tersebut adalah final draft MoU Kerjasama DIY - AIC sertaLoIKerjasama DIY – Victoria.

Setelah melaluiserangkaiankomunikasi dan koordinasi, NaskahLetter of Intent on Friendly Cooperation between Yogyakarta Special Region, Republic Indonesia and The State of Victoria, Australiaakhirnya ditandatangani oleh Kepala BKPM DIY (mewakiliPemda DIY) dan Komisioner Victoria untuk Indonesia (mewakiliPemerintah Negara Bagian Victoria) pada tanggal 30 September 2015 di Melbourne, Australia. Keduapihaksepakatuntukmenjalinkerjasama di bidangsenibudaya, pendidikan, dan bidang-bidang lain yang disetujui para pihak. Penandatanganantersebutdisaksikan oleh Gubenur DIY, HamengkuBuwono X dan Premier Victoria, Daniel Andrews.

Penandatanganan MoU

Pada tangal 14 November 2015,DelegasiPemerintah Victoria yang dipimpin oleh Minister Philip Dalidakis (Minister for Small Business Innovation and Trade, Victoria) melakukankunjunganke Yogyakarta. Pada kunjungantersebutdibicarakanhal-halsbb:

  • Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti LoI yang telah ditandatangani menjadi MoU.
  • Gubernur DIY menyampaikan rencananya untuk membentuk gugus tugas (task force) yang terdiri dari akademisi, pemerintah dan pengusaha untuk menangani kerja sama dengan Australia.
  • Gubernur DIY mendorong investor asal Victoria agar dapat lebih berperan dalam pengembangan inovasi teknologi dan industri kreatif di DIY.

Berdasarkan pembicaraan dengan pihak Pemerintah Victoria, serta mempertimbangkan masukan dari KJRI Melbourne, akhirnya MoU kerjasama persahabatan DIY – Victoria ditandatangani secara terpisah oleh Premier Victoria di Melbourne dan Gubernur DIY di Yogyakarta. Penandatanganan oleh Gubernur DIY dilakukan tanggal 3 Mei 2017 malam di Kraton Yogyakarta, bertepatan dengan kunjungan Gubernur Victoria, Hon. Linda Dessau di Yogyakarta tanggal 3 – 4 Mei 2017. MoU ini menyepakati kerjasama di bidang cultural exchangeindustry exchange dan education exchange.

Implementasi Kerjasama

Pemda DIY pada tanggal 16 November 2015 telahmenandatanganikerjasamadengan Australia – Indonesia Center (AIC) mengenaipenyelenggaraanpertunjukankebudayaan di Yogyakarta.Penandatanganandilakukan oleh Bapak IchsanuriselakuSekdaPemda DIY dan Mr. Paul Ramadgeselaku Director of AIC. Didalamnya diatur tentang rencana penyelenggaraan Youth Music Camp di tahun 2016 dan Pertunjukan MSO di Prambanan tahun 2017. Pelaksanaan kerjasama ini mendapat dukunganpenuh oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria.

ProgramYouth Music Camp merupakan pelatihanmusikbagipelajarumur 15 – 20 tahun yang dilaksanakan di Yogyakarta oleh pengajar dari musisi Melbourne Symphony Orchestra (MSO).Youth Music Camp 2016 berlangsung tanggal 18 – 23Oktober di SMKN 2 Kasihan, Bantul, DIY. Di akhir pelatihan, pesertaYouth Music Campmelakukankonserkolaborasidenganpengajardari MSO di Concert Hall ISI Yogyakarta.

Selain itu pada 22 – 26 Februari 2017, diadakan perjalanan dinas delegasi Pemda DIY ke Melbourne, Australia yang dipimpin oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Perjalanan dinas tersebut dilaksanakan dalam rangka memenuhi undangan dari Pemerintah Victoria dan undangan dari Melbourne Symphony Orchestra, serta dalam rangka pengiriman misi kebudayaan. Dalam kunjungan tersebut dilaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya pertemuan dengan Minister Phillip Dalidakis, dan sejumlah institusi terkait, serta menghadiri rangkaian pagelaran “Setan Jawa” pada Asia Pacific Triennal of Performing Art (ASIA TOPA).