BAHASA INDONESIA ENGLISH

Berita Terkait

  • Ditulis : Rabu, 25 Januari 2017 Oleh : Jogja Invest
    Duta Besar Austria untuk Indonesia Helene Steinhausl berkunjung ke Yogyakarta bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kepatihan, Selasa 24 Januari 2017. Dalam pertemuan tersebut disampaikan beberapa hal termasuk hubungan kerja sama ....
  • Ditulis : Senin, 13 April 2015 Oleh : JOGJA invest
    Satu lagi wisata alam yang bisa wisatawan nikmati di Gunungkidul. Seiring dengan menggeliatnya kunjungan wisata pemkab gunungkidul membangun satu embung yang di berinama embung batara sriten di Pilangrejo Nglipar. Embung Batara Sriten berada di ketinggian 896 meter di ....
  • Ditulis : Rabu, 03 September 2014 Oleh : Kontributor Gunungkidul
    Untuk menyambut tim dari United NationsEducational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) milik Persatuan Bangsa-Bangsa. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul membuat papan penanda bertuliskan Welcome to Geopark Gunungsewu. Bahan bangunan ....
  • Ditulis : Sabtu, 15 Maret 2014 Oleh : JOGJA Invest
    Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru berada pada ketinggian 450 m dpl dan terletak di Perbukitan Menoreh, tepatnya di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta. Lokasi kawasan wisata ini adalah di sebelah barat Kota Yogya ....
  • Ditulis : Senin, 30 September 2013 Oleh : JOGJA Invest
    Yogyakarta tahun ini terpilih sebagai tuan rumah APEC Youth Summit 2013, yang diselenggarakan pada 1 Oktober 2013 di Hyatt Regency Hotel. Pada hari Senin (30/9) malam, Junior Chamber International Indonesia (JCII) menyambut seluruh peserta APEC Youth Summit 2013 denga ....

Jadi Tuan Rumah Rakernas Kadin, Yogyakarta Dapat Nilai Tambah

Kategori : Pariwisata dan Budaya Ditulis : Senin, 14 Oktober 2013 Oleh : JOGJA Invest Dibaca Sebanyak : 30489 kali

Bertempat di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa pada 16–17 Oktober 2013 nanti Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya dan Bidang Industri Kreatif dan MICE Kadin Indonesia akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Rakernas yang kali ini mengambil tema Keberpihakan Pemerintah Melalui Apresiasi dan Pemanfaatan Produk-Produk Industri Berbasis Budaya Menuju Indonesia Kreatif Dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 akan dihadiri oleh sekitar 250 peserta.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya, Putri K Wardani, tema ini diangkat mengingat industri berbasis budaya memiliki potensi untuk bersaing secara ekonomi dengan melibatkan banyak para pelaku usaha. Bidang usaha dari industri berbasis budaya ini antara lain seperti jamu dan minuman tradisional, kerajinan tangan, kain tradisional seperti batik, songket, tenun ikat dan sulam, makanan dan kuliner khas daerah, cara pengobatan tradisional serta termasuk didalamnya seni musik dan tari khas daerah.

Melalui rakernas yang melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan dan pembuat keputusan ini diharapkan pemerintah pusat dan kepala daerah dapat memberikan dukungan dengan membuat surat keputusan yang mengharuskan para pelaku usaha pariwisata seperti hotel, mall, rumah makan, biro perjalanan, pelabuhan, maskapai penerbangan, dan sebagainya mengadopsi produk-produk industri berbasis budaya dalam menjalankan usahanya.

Dengan dipilihnya DIY sebagai tuan rumah diselenggarakannya Rakernas ini menambah nilai lebih lagi DIY sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam bidang penanaman modal usaha. DIY memiliki banyak industri berbasis budaya yang siap bersaing dengan negara-negara lain di dunia.