BAHASA INDONESIA ENGLISH

Berita Terkait

Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2017

Kategori : Investasi Ditulis : Senin, 06 Februari 2017 Oleh : Jogja Invest Dibaca Sebanyak : 9883 kali

TRIWULAN IV TAHUN 2016

 

BKPM DIY mencatat angka realisasi untuk triwulan IV tahun 2016 (periode bulan Oktober – Desember 2016) dengan total Rp.30.375.750.000,00 dengan realisasi investasi perusahaan PMA sebesar USD 1.418.100 atau Rp. 19.144.350.000 dan perusahaan PMDN dengan nilai Rp. 11.231.400.000,00.

 

Perusahaan PMA dengan angka realisasi terbesar untuk triwulan IV tahun 2016 adalah :

  1. Produk Rekreasi / Kids Fun (bidang Jasa Rekreasi)
  2. Tempo Gelato (bidang Industri Pengolahan Es Krim)
  3. Almi Furniture Perdana (bidang Industri Furniture dari Kayu)
  4. Matahari Graha Fantasi (bidang Jasa Rekreasi)
  5. Mindo Small Business Solution (bidang Aktifitas Pengolahan Data)

 

Perusahaan PMDN dengan angka realisasi terbesar untuk triwulan IV tahun 2016 adalah :

  1. Mirota KSM (bidang Industri Pengolahan Susu Bubuk dan Susu Kental)
  2. Yogyakarta Isti Parama (bidang Real Estate yang dimiliki sendiri atau disewa)
  3. SAE Abadi Santoso (bidang Real Estate yang dimiliki sendiri atau disewa)
  4. Trans Rekreasindo (bidang Aktifitas Taman Bertema atau Taman Hiburan)
  5. Sentolo Isti Parama (bidang Industri)

 

Secara keseluruhan, realisasi investasi tahun 2016 adalah Rp. 1.199.185.460.000,00. Dari data diatas dapat kita lihat bahwa realisasi investasi terbesar untuk perusahaan PMA diperoleh dari bidang jasa rekreasi. Selain menambah daya tarik bagi wisatawan domestik maupun asing, hal ini dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat luas akan tempat hiburan bagi keluarga dimana Yogyakarta merupakan salah satu tujuan destinasi wisata yang menarik.

Seiring dengan laju pertumbuhan bidang usaha jasa akomodasi (hotel), maka makin banyak wisatawan yang menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi favorit mereka.hal ini diikuti dengan adanya berbagai spot wisata baru di Yogyakarta yang semakin ramai dikunjungi dengan adanya dukungan media sosial. Sektor hotel dan restoran, meski hanya berkontribusi 10 persen, memiliki pengaruh rambatan yang cukup signifikan ke sektor lain. di antaranya perdagangan, industri pengolahan, transportasi, dan teknologi informasi.

Membaiknya perekonomian negara mitra dagang juga memberikan pengaruh positif terhadap meningkatnya permintaan ekspor luar negeri tekstil, mebel dan kulit, terutama dari Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan. Penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan dan pariwisata juga berdampak pada meningkatnya sumbangan sektor informasi dan keuangan pada pertumbuhan ekonomi DIY.