BAHASA INDONESIA ENGLISH

Berita Terkait

Temu Investor DIY di Surabaya : Memperkuat Kolaborasi Antara Wilayah DIY dan Jatim Dalam Meningkatkan Iklim Investasi dan Perekonomian Berbasis Ekonomi Kreatif

Kategori : Investasi Ditulis : Kamis, 06 Juli 2017 Oleh : jogjainvest Dibaca Sebanyak : 4614 kali

Berbicara mengenai pengembangan sektor unggulan DIY pada  ekonomi kreatif, maka kita sedang berbicara mengenai cara mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide serta stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Struktur perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang tadinya berbasis Sumber Daya Alam (SDA) sekarang menjadi berbasis SDM, dari era pertanian ke era industri dan informasi.

Satu hal yang harus dipahami adalah para pelaku ekonomi kreatif memiliki karakter bahwa semua hal dikerjakan secara kolaboratif yang melibatkan  lebih dari 1 pihak. Saat ini, banyak nama-nama baru yang terhimpun dalam satu tim yang mampu mengubah dunia  diantaranya adalah Larry Page dan Sergey Brin (Google.com), Steve Jobs dan Steve Wozniak (Apple.inc), Chad Hurley dan Jawed Karim serta Steve Chen (Youtube.com). Salah satu pihak yang hebat memang masih bisa bersaing di era modern ini, akan tetapi kehebatan salah satu pihak tersebut akan berkali lipat jika dikolaborasikan dalam 1 (satu) tim dalam bentuk lintas sektoral, lintas lembaga, lintas displin ilmu maupun lintas wilayah.

Cara kerja dan konsep kolaborasi inilah yang lebih sering dipakai untuk mencapai sukses yang lebih efektif dan efisien dalam membangun ekonomi kreatif. Selain antar satu tim bisa saling membantu dan menguatkan, kerja tim juga dapat saling memberi masukan dengan melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Pemecahan masalah juga akan lebih tepat sasaran apabila semuanya dikerjakan secara kolaborasi.

Hal tersebut yang kemudian mendasari Pemerintah Daerah DIY melalui Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM) DIY untuk menyelenggarakan acara Temu Investor di Surabaya.

Maksud penyelenggaraan temu investor ini adalah untuk melaksanakan amanat dari RUPM DIY yang menjadikan industri kreatif sebagai salah satu sektor unggulan daerah yang diprioritaskan untuk dikembangkan. Menyikapi dan mengakomodasi keinginan  pemerintah pusat yang telah menempatkan industri kreatif sebagai sebuah sektor penting dalam menggerakkan perekonomian, Daerah Istimewa Yogyakarta patut berbangga karena memiliki kapasitas sumber daya manusia yang melimpah untuk memajukan sektor industri kreatif. Kecukupan kapasitas sumber daya manusia di DIY dalam menekuni industri kreatif merupakan surga bagi para pelaku industri kreatif yang ingin menanamkan modalnya di wilayah ini atau sekedar membangun networking dalam bidang desain, produksi sampai pada aspek pemasaran.

Dengan luasnya cakupan industri kreatif yang dapat dikembangkan di DIY, maka pintu-pintu pengembangan usaha baru dalam bentuk investasi di DIY sangat terbuka lebar. Tujuan dari penyelenggaraan temu investor ini adalah diantaranya adalah sebagai berikut  (i) Memberikan informasi kepada calon investor potensial terkait dengan berbagai peluang investasi pada sektor industri kreatif di DIY; (ii) Memberikan informasi kemana DIY akan berfokus pada sektor-sektor unggulan  industri kreatif ; (iii) Memberikan informasi kepada calon investor potensial kondisi terkini arah   pengembangan industri kreatif di DIY; (iv) Memberikan guidance kepada calon investor agar mulai mengsinkronkan rencana investasinya sehingga sesuai dan mendukung arah pengembangan industri kreatif di DIY, serta (v) Memberikan gambaran yang komprehensif mengenai berbagai sektor industri kreatif yang dapat dikaitkan antara DIY dan Jatim.

Temu Investor yang diadakan di Hotel Santika Premiere, Surabaya tanggal 19 April 2017 ini dihadiri oleh 50 orang peserta dari kalangan pebisnis bidang industri kreatif asal Surabaya. Tema yang diangkat pada acara temu investor ini adalah  ” Memperkuat Kolaborasi Antara Wilayah DIY dan Jatim Dalam Meningkatkan Iklim Investasi dan Perekonomian  Berbasis Ekonomi Kreatif.” Pembicara dalam acara ini diantaranya adalah Ari Prabowo (Java n Co ; Pelaku Industri Kreatif di DIY), Bapak Jimmy Gani, MPA (Senior Advisor to the Board of Directors PT. Yogya Isti Parama - Pengelola Kawasan Industri Piyungan), Ibu Lia Mustofa (pelaku Industri Kreatif bidang fashion), dan Drs. Totok Prianamto (Kepala BKPM DIY).

Ari Prabowo dari Java n Co; seorang pelaku industri kreatif DIY membahas mengenai Potensi DIY dalam Mendorong Perekonomian Berbasis Industri  Kreatif. Jimmy Gani, MPA (PT. Yogya Isti Parama – pengelola Kawasan Industri Piyungan) membahas mengenai Arah Pengembangan dan Kesiapan DIY dalam menuju KEK Berbasis Industri Kreatif. Ibu Lia Mustofa (pelaku Industri Kreatif bidang fashion) membahas mengenai seluk beluk dan keuntungan berbisnis di bidang industri kreatif di DIY, sementara Drs. Totok Prianamto (Kepala BKPM DIY) membahas mengenai Kebijakan Investasi dan Arah Pembangunan DIY pada Sektor Ekonomi Kreatif.

            Diharapkan dengan adanya temu investor ini arah pengembangan penanaman modal khususnya pada sektor industri kreatif serta kondisi terkini industri kreatif yang ada di DIY terinformasikan kepada calon investor potensial. Dengan diketahuinya secara luas dan jelas oleh semua pihak baik pemerintah pusat, pelaku usaha maupun pemerintah daerah   terkait  dengan konsep pengembangan industri kreatif di DIY dan antisipasinya dari aspek penanaman modal maka diharapkan akan tercipta jejaring investor antara pelaku industri kreatif di Yogyakarta dan Surabaya. (jogjainvest)