BAHASA INDONESIA ENGLISH

Berita Terbaru

Kerjasama Internasional

 

Kerjasama DIY - Shanghai

  

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pada tanggal 18 – 24 Mei 2017 memimpin delegasi Pemda DIY melakukan kunjungan kerja ke Shanghai, Tiongkok. Kunjungan tersebut dalam rangka memenuhi undangan dari KJRI Shanghai. KJRI Shanghai menyelenggarakan Promosi Indonesian Trade, Tourism, Investment and Culture (INAFEST) di Shanghai tanggal 20 – 27 Mei 2017. 

Selain guna memenuhi undangan dari KJRI Shanghai, kunjungan tersebut juga dalam rangka memenuhi undangan dari Ketua Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC) Shanghai Committee. Pemda DIY pada tanggal 12 April 2016 telah menandatangani MoU kerja sama persahabatan dengan Pemerintah Kota Shanghai di Yogyakarta. MoU tersebut menyepakati kerja sama di 7 (tujuh) bidang, yaitu: (1) bisnis, perdagangan dan teknologi, (2) pariwisata, (3) kebudayaan, (4) pendidikan, (5) pelestarian lingkungan, pertamanan dan tata kota, (6) program kewanitaan, dan (7) kerja sama antara kabupaten/kota di kedua wilayah.

Pada pertemuan tersebut Wakil Gubernur DIY menyampaikan komitmennya atas Kerjasama Persahabatan antara DIY dan Shanghai yang telah ditandatangani pada 12 April 2016 di Yogyakarta. “Keikutsertaan Daerah Istimewa Yogyakarta pada acara Indonesia Festival ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk mendekatkan masyarakat kedua daerah,” ujar Paku Alam X.

Wakil Gubernur DIY juga menyampaikan harapannya bahwa kerjasama antara DIY – Shanghai kedepan tidak hanya berfokus pada bisnis, perdagangan, dan pariwisata, tapi juga di bidang pendidikan, teknologi, perlindungan lingkungan dan kebudayaan. Wakil Gubernur DIY menyampakan mengenai rencana Pemda DIY untuk membeli sebuah rumah bersejarah di daerah Ketandan, Yogyakarta untuk dijadikan sebagai Rumah Persahabatan Yogyakarta – Shanghai.

“Harapan kami rumah tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan untuk membangun persahabatan antara kedua daerah,” kata Wakil Gubernur DIY.

Wakil Walikota Shanghai menyampaikan bahwa pihaknya sepakat untuk terus menjalin hubungan yang erat dengan Yogyakarta.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Shanghai juga menjelaskan secara singkat mengenai Kota Shanghai dan perkembangan pembangunannya kepada Wakil Gubernur DIY yang baru pertama kali berkunjung ke Shanghai.Bertolak dari pengalaman pembangunan di Shanghai, Walikota Shanghai menawarkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pembangunan infrastruktur dengan Pemda DIY.

Kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi guna membicarakan program-program kerjasama kedepan.

Selain bertemu dengan Wakil Walikota Shanghai, pada kunjungan kerja dimaksud, Delegasi Pemda DIY juga dijamu makan siang oleh Ketua Chinese People Political Consultative Conference (CPPCC) Shanghai Committee, Wu Zhiming, serta melakukan pembahasan teknis mengenai program – program kerjasama dengan dinas-dinas teknis di Pemerintah Shanghai. 

 

 Kerjasama DIY - Victoria

Dalam rangka memenuhi undangan dari Pemerintah Victoria dan Melbourne Symphony Orchestra serta dalam rangka pengiriman misi kebudayaan, delegasi Pemda DIY melakukan perjalanan dinas ke Melbourne, Australia pada tanggal 22 – 26 Februari 2017. Perjalanan dinas tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Dalam kunjungan tersebut dilaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya pertemuan dengan Minister Phillip Dalidakis (Minister for Small Business, Innovation and Trade), dan sejumlah institusi terkait, serta menghadiri rangkaian pagelaran “Setan Jawa” pada Asia Pacific Triennal of Performing Art (ASIA TOPA).

         A.     Pertemuan dengan Minister Philip Dalidakin

                                         

Berbagai program kerja sama bilateral antara Yogyakarta – Victoria yang tengah berjalan merupakan implementasi atas LoI kerja sama yang telah ditandatangani pada 30 September 2015, dan saat ini sedang dalam proses untuk ditingkatkan menjadi MoU.

Untuk meningkatkan kerja sama yang telah terjalin khususnya di bidang pendidikan, budaya dan inovasi industri kreatif, Wakil Gubernur DIY menyampaikan beberapa usulan, seperti kemungkinan pembukaan penerbangan langsung antara DIY – Melbourne setelah pembangunan bandara internasional di DIY selesai, serta kemungkinan kerja sama pertukaran magang mahasiswa sekolah kejuruan ke berbagai industri terkait. Minister Philip Dalidakis menyambut positif perkembangan implementasi program kerja sama Yogyakarta – Victoria yang tengah berjalan, beberapa diantaranya adalah: i) kerja sama pendidikan, baik antara pendidikan tinggi maupun sekolah menengah melalui sister schools; ii) pelatihan oleh MSO bagi pelajar dan mahasiswa DIY; iii) pagelaran Setan Jawa yangd iiringi oleh musik gamelan dan musisi MSO; iv) rencana pertunjukan MSO di Candi Prambanan Yogyakarta pada tahun 2017. Minister Philip Dalidakis juga menyampaikan bahwa pihaknya sepakat akan usulan penjajakan pembukaan jalur penerbangan langsung DIY – Melbourne.

                 B.     Pertemuan dengan Victorian Parliementary Friends of Indonesia

                               

5 (lima) anggota DPRD DIY dengan didampingi oleh Pejabat dari KJRI Melbourne dan staf BKPM DIY melakukan pertemuan dengan anggota Victorian Parliementary Friends of Indonesia. Victorian Parliamentary Friends of Indonesia merupakan mekanisme yang bertujuan untuk meningkatkan networking dan kerja sama antara anggota parlemen Victoria dan anggota DPR di Indonesia. Mekanisme ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan eksistensi komunitas Indonesia di Victoria, terutama dalam penetapan kebijakan Parlemen yang terkait dengan kepentingan komunitas Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga sepakat untuk mempererat kerja sama antar parlemen yang akan ditindaklanjuti dengan penyusunan program kerja sama.

         C.    Menghadiri Rangkaian Acara Pagelaran ASIA TOPA

  

Dalam pagelaran “Setan Jawa” dilakukan pemutaran film karya Garin Nugroho asal DIY yang diiringi oleh iringan konser musik secara langsung oleh 33 pemusik gamelan dan pemusik MSO. Acara tersebut berlangsung sukses dengan dihadiri oleh 1.390 pengunjung.

D.    Kunjungan ke Glenroy College

       

Dalam kunjungan ini delegasi DIY menyaksikan kegiatan siswa yang sedang belajar Bahasa Indonesia, dan selanjutnya melakukan pertemuan dengan kepala sekolah dan para guru Bahasa Indonesia. Kepala Sekolah menyampaikan komitmen untuk terus membina hubungan kerja sama dengan sekolah sahabatnya di Indonesia, yaitu SMA Negeri 1 Kasihan, Bantul, melalui sejumlah program kerja sama, diantaranya pertukaran siswa.

                                                                   E.    Kunjungan ke NGV dan ACMI

                      

Mengingat salah satu bidang kerja sama DIY – Victoria adalah terkait inovasi industri kreatif, maka kesempatan kunjungan tersebut juga digunakan untuk melakukan kunjungan ke National Gallery of Victoria (NGV) dan Australia Center for Moving Image (ACMI). Saat ini ACMI telah melakukan beberapa program kerja sama dengan Indonesia, salah satu diantaranya adalah penyelenggaraan Festival Film Indonesia.

                                       F.     Pembahasan Draft MoU Kerja Sama DIY – Victoria

 Kepala BKPM DIY beserta staf bertemu dengan Amelia Fayfield dari Department of Economic Development, Jobs, Transport & Resources, Victoria guna mendiskusikan mengenai draft MoU DIY – Victoria.

Pertemuan tersebut menyepakati draft akhir MoU kerja sama antara DIY – Victoria. Sehubungan dengan rencana penandatanganan MoU, pihak Yogyakarta mengusulkan agar penandatanganan dapat dilaksanakan bersamaan dengan pertunjukan MSO di Candi Prambanan pada bulan Agustus 2017. Menanggapi hal tersebut, pihak Victoria mengusulkan kiranya dapat dikirimkan undangan secara resmi dari Pemda DIY kepada Premier Victoria.

                                 G.     Pertemuan dengan Melbourne Symphony Orchestra (MSO)

Pada kesempatan kunjungan tersebut, BKPM DIY bertemu dengan Sophie Galaise, Managing Director MSO dan Gabrielle Waters, Operational Director MSO menyepakati pertunjukan MSO akan dilaksanakan pada 4 Agustus 2017 di Candi Prambanan serta pemberian beasiswa bagi 2 (dua) pelajar peserta Youth Music Camp 2016 untuk dapat melakukan permagangan di MSO selama 1 (satu) yaitu tanggal 30 Oktober – 25 November 2017. MSO akan menyediakan semua pembiayaan di Melbourne, sedangkan DIY akan menyediakan transportasi DIY – Melbourne.

(Sumber: KSLN BKPM DIY)

 

=================================================================================================

Kerja Sama Pemda DIY – Prefektur Yamanashi

                            

Inisiasi awal kerja sama Pemda DIY dan Prefektur Yamanashi, Jepang muncul pada bulan Agustus 2014 saat Pemda DIY menerima kunjungan Mr. Wataru Hiraide, Wakil Gubernur Prefektur Yamanashi. Pada kesempatan tersebut beliau memberikan gambaran umum mengenai Prefektur Yamanashi dan produk-produk yang dihasilkan sekaligus memberikan gambaran peluang-peluang kerjasama antara kedua daerah.

Guna menindaklanjuti inisiasi kerja sama tersebut, pada bulan Agustus 2015, bersamaan dengan Kunjungan Kerja Gubernur DIY ke Prefektur Kyoto dalam rangka peringatan 30 tahun kerja sama DIY – Kyoto, Delegasi Pemda DIY juga mengunjungi Prefektur Yamanashi. Pada kunjungan tersebut delegasi Pemda DIY yang dipimpin oleh Gubernur DIY melakukan pertemuan dengan Gubernur Yamanashi, Presiden Universitas Yamanashi, dan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa objek budaya, pertanian, industri dan museum. Pada kunjungan tersebut juga dilakukan pertemuan antara dinas teknis guna membahas program kerja sama serta ditandatangani Minute of Discussion (MoD) antara Kepala Bappeda DIY dan Direktur International Affairs Division, Tourism Department, Pemerintah Prefektur Yamanashi tanggal 25 Agustus 2016.

Selanjutnya, berdasarkan hasil pertemuan tersebut, BKPM DIY telah meminta pertimbangan dan masukan dari SKPD teknis terkait mengenai peluang program kerja sama dan program kerja sama yang bisa dijalin dengan Prefektur Yamanashi. Adapun program-program kerja sama yang telah diusulkan adalah sebagai berikut:

Bidang Kebudayaan

  • Pengiriman pelatihan manajemen festival kebudayaan
  • Pengiriman misi kesenian ke Festival-festival di Yamanashi

Bidang Pertanian

  • Mendatangkan tenaga ahli landscape dan dataran tinggi dari Yamanashi untuk melakukan penilaian lokasi yang dimiliki oleh DIY dilanjutkan dengan pengembangan potensi (case study: Ngipiksari, Pakem Sleman)
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia mengenai hortikultura, sistem kelembagaan koperasi pertanian dan pemasaran.
  • Pengembangan teknik budidaya dan pengemasan untuk meningkatkan nilai tambah.
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia mengenai kebijakan pengendalian lahan pertanian agar tidak beralih fungsi

Bidang Pendidikan

  • Sister School
  • Kerja sama antar Universitas (UGM – Yamanashi University: bidang vulkanologi, dan UNY – Yamanashi University: pengiriman tenaga magang)

Catatan untuk UGM: penelitian/study bersama antara UGM dengan Yamanashi University tentang pengelolaan kawasan Merapi

Bidang Pariwisata

  • Pengiriman SDM untuk transfer of knowledge dalam hal peningkatan promosi/ informasi pariwisata yang efektif dan pengemasan paket wisata
  • Kerja sama promosi pariwisata kedua daerah
  • Mendatangkan expert untuk pengelolaan manajemen event pariwisata (ex: Merapi Volcano Tourism Area, kawasan heritage) dan pengemasan event

                                                              

Selanjutnya, pada tanggal 23 November 2015, diselenggarakan penandatangan Letter of Intent (LoI) kerja sama persahabatan antara Pemda DIY dengan Pemerintah Yamanashi Prefecture di Hotel Shangri-La Jakarta. Mengingat Gubernur DIY berhalangan untuk hadir, maka Kepala BKPM DIY mewakili Pemda DIY untuk menandatangani naskah LoI tersebut. Sementara dari pihak Prefektur Yamanashi penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Prefektur Yamanashi sendiri. Penandatanganan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kunjungan Gubernur Prefektur Yamanashi  ke Jakarta dalam rangka menghadiri "Symposium on Expansion of Japan-Indonesia Tourism Exchange" yang diselenggarakan oleh Japan National Tourism Organization (JNTO) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI.

LoI yang ditandatangani oleh perwakilan kedua daerah menyepakati hal-hal sebagai berikut:

  1. Mempromosikan komunikasi dan kerja sama antara kedua belah pihak dengan saling berkunjung
  2. Pertukaran informasi, ahli, dan pengalaman antara kepala dan dinas di Yogyakarta dan Yamanashi
  3. Memperkuat dan menganjurkan kolaborasi di bidang-bidang sbb:
    • Kebudayaan
    • Pertanian
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Bidang lain yang disetujui oleh para pihak.

Sesuai Permendagri No. 3 Tahun 2008, rencana kerja sama Pemda dengan Pihak Asing harus melalui prosedur yang ditetapkan sebelum dapat dilakukan penandatanganan MoU. Oleh karena itu, rencana kerja sama persahabatan DIY – Yamanashi telah mendapatkan persetujuan sebagai berikut:

  1. Rencana pembentukan kerja sama telah mendapatkan persetujuan dari DPRD DIY sebagaimana tertuang dalam Keputusan DPRD DIY No. 25/K/DPRD/2016 tanggal 25 Mei 2016.
  2. Konsep MoU telah mendapatkan persetujuan dari forum Inter-Kementerian yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Sekretaris Negara, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri tanggal 21 Juli 2016.
  3. Gubernur DIY telah mendapatkan Surat Kuasa (Full Power Authorization) dari Pemerintah Pusat tanggal 26 Oktober 2016 untuk menandatangani MoU dengan Pemerintah Prefektur Yamanashi. 

                                                

                                 Penandatanganan MoU antara Pemda DIY dengan Prefektur Yamanashi

Sebagai tindaklanjut dari penandatanganan Letter of Intent kerjasama pada bulan Agustus 2015 lalu di Jakarta.Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HamengkuBuwono X dan Gubernur Prefektur Yamanashi, Jepang, Mr. Hitoshi Goto pada Kamis (24/11/2016) telah menandatangani Memorandum of Understanding (Memorandum Saling Pengertian) kerjasama persahabatan di Kota Kofu, Prefektur Yamanashi, Jepang. Penandatanganan MoU tersebut yang juga dihadiri oleh perwakilan anggota parlemen dari kedua daerah.

Kedua daerah telah sepakat untuk memperkuat dan mendorong kolaborasi pada 4 bidang, yaitu pertanian, pendidikan, kebudayaan dan pariwisata, serta tetap membuka kemungkinan kerjasama di bidang lain yang disepakati kedua belah pihak di masa yang akan datang.

Yogyakarta dan Yamanashi memiliki banyak kesamaan, utamanya kedua daerah memiliki gunung berapi di wilayahnya. Yamanashi memiliki Gunung Fuji, Gunung tertinggi di Jepang yang telah diakui oleh UNESCO sebagai World Heritage Site. Sementara di sisi lain, Yogyakarta memiliki Gunung Merapi yang merupakan gunung api paling aktif di Indonesia.

Keberadaan Gunung Fuji telah mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Yamanashi sehingga memiliki keunggulan dalam 4 bidang yang telah disepakati untuk dikerjasamakan. Dalam bidang-bidang tersebut, Yogyakarta juga memiliki keunggulan meskipun dengan karakteristik yang berbeda.

“Kami berharap, MoU ini dapat ditindaklanjuti secara teknis, sehingga dapat membantu menyejahterakan masyarakat, khususnya yang berada di lereng Merapi, dan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya,” kata Sultan pada sambutannya yang disampaikan setelah penandatanganan MoU. Sultan juga berharap kerjasama yang dijalin dapat ikut memberikan kontribusi dalam membangun hubungan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang selama ini sudah berjalan baik.

Kedua Gubernur menyampaikan komitmennya untuk mengirimkan tim teknis untuk membahas lebih lanjut program kerjasama yang potensial untuk dapat dilaksanakan antara kedua belah pihak. Pada kesempatan tersebut, Gubernur DIY juga menyampaikan undangannya kepada Gubernur Prefektur Yamanashi dan Ketua DPRD Yamanashi agar dapat berkunjung ke Yogyakarta tahun depan.

(Sumber: KSLN BKPM DIY, kbritokyo.jp)

 

 

===================================================================================== 

Kerjasama antara Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Victoria Australia

Penandatanganan Kerjasama antara Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Victoria Australia

Pada kesempatan pertemuan dengan Premier Victoria Australia, Kepala BKPM DIY dan Kepala Victoria Government Business Office telah menandatangani Lol (Letter of Intens) on Friendly Cooperation. Kerjasama tersebut meliputi:

i)              promosi komunikasi dan persahabatan, termasuk pengaturan saling kunjung berkala;

ii)             Pertukaran informasi, ahli dan pengalaman;

iii)            Mendorong kolaborasi seni, budaya, pendidikan dan area kerjasama lainnya.

 Seminar Bisnis "Indonesia Now: Business Opportunity for Australia."

Pada kunjungan ke Victoria Australia, Gubernur DIY menjadi pembicara pada seminar bisnis "Indonesia Now: Business Opportunity for Australia." Seminar ini dilaksanakan dalam rangka persiapan kunjungan delegasi bisnis Australia pimpinan Menteri Andrew Robb ke Autralia pada bulan November 2015.

Bisnis forum “Opportunities between Yogyakarta and Victoria in Knowledge Based and Creative Industry Sector”


Selain menjadi pembicara pada seminar bisnis "Indonesia Now: Business Opportunity for Australia", Gubernur DIY juga menjadi pembicara pada Bisnis forum dengan judul “Opportunities between Yogyakarta and Victoria in Knowledge Based and Creative Industry Sector”, yang diselenggarakan oleh AIBC bekerjasama dengan KJRI Melbourne. Pada kedua pertemuan bisnis tersebut, Gubernur DIY menyampaikan beberapa hal diantaranya sebagai berikut:

  • Besarnya populasi kawasan Asia Pasifik yang didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai rata-rata 7,5 persen per tahun jauh lebih maju dibandingkan dengan perkembangan kawasan Eropa yang hanya mencapai rata-rata 2,5 persen per tahun. Hal tersebut merupakan indikasi penting bahwa masa depan dunia ada di kawasan Pasifik. Untuk itu, Indonesia sebagai jalur perdagangan internasional kawasan perdagangan tersebut menempati posisi strategis dalam pencaturan global, khususnya era perdagangan bebas.
  • Dengan kondisi internal Australia dengan biaya tenaga tenaga kerja yang tinggi, Australia perlu mempertimbangkan untuk memilah produk yang tetap kompetitif untuk diproduksi dalam negeri, dan yang harus direlokasi ke negara lain. Dalam hal ini Indonesia dengan posisi geografis tersebut, serta didukung dengan biaya tenaga kerja yang murah merupakan tujuan investasi yang tepat.
  • Gubernur menjamin kecepatan dan kemudahan perijinan investasi di Yogyakarta, baik pada bidang pendidikan, budaya maupun produksi lainnya. Hal ini mengingat sebagai daerah istimewa, Sultan memiliki kewenangan untuk menentukan pembebasan lahan tanpa intervensi pusat.

 Penandatanganan Kerjasama antara AIBC dengan IABC dan antara APTISI dengan ACPET

Pada kesempatan bisnis forum dengan AIBC, telah ditandatangani dua perjanjian kerjasama, yakni i). MoU antara AIBC (Australia Indonesia Business Council) Chapter Victoria dan IABC (Indonesia Australia Business Council) Chapter Yogyakarta; dan ii). MoU antara APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) DIY dan ACPET (Australian Council for Private Education and Training).

(Sumber: KSLN BKPM DIY)