Narasi Awal

Kafka

NARASI AWAL

 

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Perekonomian Jogja mampu menjadi daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional pada tahun 2019. Diperkirakan ekonomi Jogja tumbuh pada kisaran 6.8 - 7.2 % tidak terlepas dari sektor pariwisata dan infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi yang makin kokoh ditopang oleh akselerasi kinerja investasi seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung di Jogja.

I. INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI

Jogja sebagai daerah strategis menawarkan berbagai moda transportasi dalam menunjang bisnis. Saat ini terdapat dua Bandara Internasional di Jogja yaitu Bandara Adisutjipto di Kabupaten Sleman dan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo. Kedua Bandara tersebut saat ini menjadi gerbang udara terpenting Pulau Jawa.

Dimulai sejak tanggal 29 Maret 2020 telah dilakukan pemindahan penerbangan sebanyak 75 penerbangan rute domestik dan 8 penerbangan rute internasional dari Bandara Adisutjipto ke Bandara YIA Kulon Progo. Selanjutnya Bandara Adisutjipto akan melayani penerbangan pesawat propeller dan general aviation.

Bandara YIA memiliki terminal seluas 219.000 meter² dengan daya tampung 20 juta penumpang per tahun. Landas pacu YIA adalah salah satu yang terbaik di Indonesia yang mempunyai panjang mencapai 3.250 m x 45 m, garbarata 4 unit dan parking stand 23 slot seluas 159.140 m² yang bisa melayani pesawat besar seper_ Boeing B777, B787, Airbus A330 dan A350 yang bisa terbang langsung ke Jepang, Korea, China, Australia dan negara-negara di Timur Tengah. Tidak hanya itu, YIA juga telah didukung dengan berbagai pilhan transportasi mul_moda yang siap mengantar penumpang dari dan ke Jogja.

Jogja juga mempunyai konek_vitas transportasi kereta api terintegrasi JOGLOSEMAR (Jogja-Solo-Semarang) yang melewa_ Bandara YIA dan mencakup wilayah lain diantaranya adalah Purworejo, Tegal dan Pekalongan dalam satu ring kereta api. Selain konek_vitas kereta api, saat ini juga sedang digagas pembangunan jalur tol yang menghubungkan Solo-Jogja-Borobudur-Semarang sebagai pendukung integrasi transportasi antara daerah.

II.LISTRIK

Ketersediaan energi listrik merupakan salah satu syarat utama bagi tumbuh kembang perekonomian daerah. Sektor-sektor seper_ transportasi, telekomunikasi, industri, serta dukungan bagi sektor pendidikan dan kesehatan akan membawa multiplier yang memperkuat peran ketersediaan energi listrik bagi kesejahteraan rakyat. Tidak hanya penting bagi pertumbuhan ekonomi, listrik juga memberikan pengaruh yang signifikan bagi perbaikan Human Development Index (HDI).

Penyedia utama listrik di Jogja dipasok oleh PT PLN Distribusi Jawa Tengah-DIY dalam sistem interkoneksi JAMALI (Jawa-Madura-Bali). Produksi listrik mencapai 3.272.952.391 KWh dengan kebutuhan listrik di Jogja tahun 2019 mencapai 3.036.154.950 KWh untuk memenuhi kebutuhan 1.258.383 pelanggan.

III. AIR BERSIH

Dengan berjalannya dan berkembangnya ak_vitas perekonomian daerah juga didukung oleh ketersediaan air bersih. Kebutuhan air bersih di Jogja sebagian besar disediakan oleh Perusahaan Air Bersih di Daerah Is_mewa Yogyakarta diluar pengupayaan air bersih mandiri dengan memanfaatkan potensi-potensi air yang dapat bersumber dari mata air, air permukaan, air tanah dan sungai bawah tanah.

Jogja didukung oleh infrastruktur sumber daya air yang baik dalam upaya menyediakan air baku (air minum maupun irigasi). Jogja mempunyai bendung dengan jumlah 188 unit, jumlah embung sebanyak 24 unit, serta terdapat satu bendungan dengan kapasitas 20.000.000 m³. Jogja mempunyai potensi sumber sungai bawah tanah yang sangat besar yaitu di sistem Sungai Bawah Tanah Bribin (956 lt/dt), Ngobaran (700 lt/dt) dan Baron (800 lt/dt).

Untuk lebih lengkapnya, dapat diunduh di link berikut

<<<<Narasi Awal>>>>