Narasi Awal

Kafka

Narasi Awal

 

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Perekonomian Jogja mampu menjadi daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional pada tahun 2019. Diperkirakan ekonomi Jogja tumbuh pada kisaran 6.8 - 7.2 % tidak terlepas dari sektor pariwisata dan infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi yang makin kokoh ditopang oleh akselerasi kinerja investasi seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung di Jogja.

I. INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI

Jogja sebagai daerah strategis menawarkan berbagai moda transportasi dalam menunjang bisnis. Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta merupakan gerbang udara terpenting bagi kawasan segitiga JOGLOSEMAR (Jogja-Solo-Semarang). Akses menuju Jogja didukung dengan maskapai penerbangan lokal yang melayani 12 rute penerbangan domestik dan 2 rute penerbangan internasional (Singapura dan Kuala Lumpur). Bandara ini adalahbandara tersibuk ke 3 di Pulau Jawa  setelah Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta dan Juanda Surabaya. Untuk meningkatkan kapasitas penumpang, saat ini sedang dibangun bandara Internasional di Kabupaten Kulon Progo. Bandara baru yang bernama Yogyakarta International Airport (YIA) diperkirakan mampu melayani lebih dari 30 juta penumpang per tahun dan ditargetkan akan mulai beroperasi penuh pada tahun 2019.

II.LISTRIK

Pertumbuhan ekonomi Jogja pada periode 2011-2016 rata-rata tumbuh positif sebesar 5%. Ditambah dengan pertumbuhan penduduk 13% pertahun menuntut dukungan sumber daya di sektor energi yang diperkirakan naik 7,5%. Sebagai salah satu upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 5% per tahun, Pemerintah Jogja telah menetapkan program-program kawasan prioritas pengembangan seperti pengembangan YIA (Yogyakarta International Airport), kawasan prioritas destinasi wisata dan kawasan pertumbuhan industri. Tidak hanya penting bagi pertumbuhan ekonomi, listrik juga memberikan pengaruh yang signifikan bagi perbaikan Human Development Index (HDI).

Penyedia utama listrik di Jogja dipasok oleh PT PLN Distribusi Jawa Tengah-DIY yang berada dalam system interkoneksi JAMALI (Jawa-Madura-Bali). Kebutuhanlistrik di Jogja mencapai 1.448,87 MV untuk memenuhi kebutuhan 1.033,966 pelanggan. Untuk mencukupi kebutuhan energi listrik di Jogja PLN telah membangun 8 Gardu Induk (GI) dengan kapasitas 780 MV.

III. AIR BERSIH

Air bersih mempunyai peran vital sebagai sarana pendukung kegiatan ekonomi dan investasi selain prasarana jalan. Jogja mempunyai bentang alam yang bervariasi sehingga terdapat potensi sumber daya air yang melimpah. Potensi SDA tersebut bersumber dari mata air, air permukaan, air tanah dan sungai bawah tanah. Jogja didukung oleh infrastruktur sumber daya air yang baik dalam upaya menyediakan air baku (air minum maupun irigasi). Jogja mempunyai bendung terbanyak di Indonesia dengan jumlah 1.729 buah, situ/waduk terbanyak ketiga di Indonesia sebanyak 135 buah (luas 1,2 km2 dan 3 volume tampung 7,05 juta m ), jumlah embung sebanyak 13 buah dengan kapas itas 34.600 m , serta terdapat satu bendungan 3 dengan kapasitas 25.000.000 m . Jogja mempunyai potensi sumber sungai bawah tanah yang sangat besar yaitu di sistem Sungai Bawah Tanah Bribin (956 lt/dt), Ngobaran (700lt/dt) danBaron (800 lt/dt).

Untuk lebih lengkapnya, dapat diunduh di link berikut

<<<<Narasi Awal>>>>