BERITA

SIARAN PERS: Realisasi Investasi Semester I Tahun 2020 di DIY

Kafka
SIARAN PERS:  Realisasi Investasi Semester I Tahun 2020 di DIY

Pada Kamis, 27 Agustus 2020, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY menyampaikan Siaran Pers: Realisasi investasi untuk Semester I tahun 2020. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Agus Priono, M.Ec selaku Kepala DPPM DIY menyampaikan bahwa pada periode Januari hingga Juni 2020, DPPM DIY mencatat data realisasi investasi di DIY sebesar Rp 1,5 triliun. Capaian ini melambat sebesar 28,30 % jika dibandingkan dengan Semester I tahun 2019 dengan nilai capaian Rp 2,1 triliun. Di sisi lain, terjadi peningkatan jumlah proyek/titik usaha pada Semester I tahun 2020 jika dibandingkan dengan Semester I Tahun 2019. Pada semester I tahun 2019 jumlah proyek/titik usaha yang terverifikasi oleh BKPM RI sebanyak: 198 PMDN dan 200 PMA (398 proyek/titik usaha). Pada Semester I tahun 2020 jumlah proyek/titik usaha yang terverifikasi oleh BKPM RI sebanyak: 1.115 proyek/titik usaha (PMDN 838 dan PMA 277), yang berasal dari 261 perusahaan (PMDN 166 dan PMA 95). Lima Negara teratas dengan realisasi investasi terbesar semester I tahun 2020, yaitu : Korea Selatan (27,8%) didominasi sektor Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki, Australia (15,1%) didominasi sektor Pertambangan, Amerika Serikat (12,6%) didominasi sektor Hotel dan Restoran, Singapura (11,7%) didominasi sektor Hotel dan Restoran, dan Belgia (9,8%) didominasi sektor Perdagangan dan Reparasi.

Realisasi investasi Semester I tahun 2020 yang mencapai Rp1,5 triliun, terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp 1,48 triliun dan realisasi PMA sebesar Rp 21,4 miliar. Capaian realisasi investasi di DIY ini didominasi oleh sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 1,23 triliun, 81,9%), diikuti oleh sektor Hotel dan Restoran (Rp. 213,84 miliar, 14,2%), serta sektor Perdagangan dan Reparasi (Rp. 23,65 miliar, 1,6%).

Berdasarkan sebaran capaian realisasi investasi PMA dan PMDN pada Kabupaten/Kota di DIY, Kabupaten Kulon Progo dengan nilai investasi sebesar Rp 1,2 triliun, didominasi oleh sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi. Kota Yogyakarta dengan nilai investasi sebesar Rp. 206,2 miliar, didominasi sektor Hotel dan Restoran. Kabupaten Sleman dengan nilai investasi sebesar Rp. 50,3 miliar, didominasi Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi. Kabupaten Bantul dengan nilai investasi sebesar Rp. 18,5 miliar, didominasi sektor Industri Makanan. Kabupaten Gunungkidul dengan nilai investasi sebesar Rp. 388,5 juta, didominasi sektor Hotel dan Restoran.

Berdasarkan peruntukan realisasi investasi pada Semester I tahun 2020, peruntukan realisasi investasi PMDN terbesar digunakan untuk Bangunan/Gedung (50,7%), sedangkan PMA terbesar digunakan untuk biaya pendukung operasional (pembayaran sewa kantor, sewa kendaraan, pembayaran notaris, pembayaran tenaga kerja kontraktor) (79,0 %). Sementara itu, penyerapan tenaga kerja mencapai 1.608 orang yang terdiri atas 1.601 Tenaga Kerja Indonesia dan 7 Tenaga Kerja Asing pada Semester I tahun 2020.

Selain melakukan kunjungan dan pemantauan langsung ke perusahaan PMA dan PMDN di DIY,  Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY juga berkoordinasi dengan OPD teknis dalam upaya meningkatkan realisasi investasi di DIY dengan beberapa pendekatan, yaitu : aspek perizinan, aspek regulasi, aspek kerjasama luar negeri dan aspek promosi potensi investasi.

Pendekatan pertama adalah dari aspek perizinan. Pada Semester I tahun 2020, DPPM DIY telah mengeluarkan izin dan non izin sebanyak 986 dokumen. 3 sektor izin dan non izin terbanyak yang dikeluarkan adalah sektor Perhubungan (595 dokumen), sektor SDA (194 dokumen) dan sektor Pekerjaan Umum (49 dokumen). Selama masa pandemi Covid-19, aplikasi OSS (Online Single Submission) dan SICANTIK CLOUD mempermudah pengajuan izin dan non izin, serta mempercepat koordinasi kinerja OPD teknis dan DPPM DIY dalam memproses izin dan non izin. Jumlah pengaduan masuk pada periode ini sebanyak 8 pengaduan dan telah diselesaikan semuanya dengan cara berkoordinasi dengan OPD teknis dengan pengaduan terbanyak terkait dengan Kegiatan Pertambangan.

Dari aspek regulasi, DPPM DIY telah melakukan perubahan regulasi terkait penanaman modal di antaranya penyusunan Pergub DIY No 61 Tahun 2020 tentang  Perubahan Atas Pergub DIY No 8 Tahun 2014 tentang Rencana Umum Penamanan Modal (RUPM) DIY dan Perda Perubahan atas Perda DIY No 4 Tahun 2013 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, dengan harapan mampu memberikan stimulan yang baik dalam upaya menarik minat investor untuk meningkatkan nilai realisasi investasi di DIY.

Pada masa pandemi ini, DPPM telah melakukan beberapa kegiatan pendukung kerjasama dan promosi, antara lain melakukan reafirmasi perjanjian kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah di luar negeri, yaitu: Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan; Victoria, Australia, dan Prefektur Kyoto, Jepang. Komunikasi dalam rangka reafirmasi kerjasama ini dilakukan secara daring (online). DPPM DIY juga telah melakukan update materi promosi potensi investasi yang akan ditawarkan kepada calon investor.