Sejumlah 50 orang pelaku usaha dalam bidang pariwisata yang merupakan perwakilan dari ASITA, PHRI Bali dan asosiasi pengusaha lokal menghadiri kegiatan Temu Investor yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM) DIY hari Kamis (14/12/2017) bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel.

 

Berbicara dalam acara ini diantaranya adalah Ibu Sri Yekti Pratiwi S.Sos dari Timboel Art Gallery, Bapak Hengky Manurung (Plh. Asisten Deputi Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI) dan CEO Java Creative Industries yaitu Bapak Ari Prabowo.

Terdapat dua hal yang mengemuka pada saat dialog. Pertama, bentuk kolaborasi dalam matchmaking yang dilaksanakan ini ada dua yaitu kerjasama supplier bahan baku dan kerjasama keagenan. Kedua, industri pariwisata dengan segala turunannya masih sangat banyak yang harus digali dan dikerjasamakan sehingga memberikan nilai bisnis yang menjanjikan bagi semua pelaku usaha di dalamnya. Pariwisata dapat menciptakan industri turunan atau kreatif, baik itu industri yang berbasis handycraft atau kerajinan tangan, perfilman, iklan dan animasi, kosmetik, makanan. Industri tersebut jika dikumpulkan penerimaannya dapat menyumbangkan ekonomi yang cukup besar terhadap PDB.

       Dengan berbagai diskusi yang muncul, banyak sekali masukan dan usulan yang diberikan audiens terkait dengan pengembangan ekstreme furniture dan interior statue dalam waktu ke depan. Salah satu usulan yang sangat perlu diparesiasi adalah saran dari asosiasi pelaku industri pariwisata di Bali untuk mengumpulkan buyer atau purchasing manager dari seluruh hotel di Bali atau bahkan Indonesia untuk diundang ke JIFFINA Expo 2018 dan difasilitasi dengan city tour untuk langsung mengunjungi berbagai sentra pengrajin yang ada di Yogyakarta. Usulan tersebut telah dicatat dan akan dilaporkan kepada Dr. Timbul Raharjo selaku ketua penyelenggara JIFFINA agar dapat ditindaklanjuti dalam penyelenggaraan JIFFINA 2018. Harapan yang muncul adalah adanya diseminasi produk kreatif dari DIY yang akan menunjang estetika venue pada hotel di seluruh Indonesia.

       Kedepan diharapkan acara seperti ini dapat dilakukan dengan sekup jangkauan kegiatan yang lebih luas namun spesifik audiensnya. Purchasing division pada hotel-hotel bintang 3 sampai dengan 5 sangat tertarik dengan acara ini karena mereka berkesempatan untuk mendapatkan banyak wawasan mengenai produk-produk kreatif untuk venue mereka. (jogjainvest-Bidang Promosi)