Badan Koordinasi Penanaman Modal terus melakukan langkah-langkah aktif untuk mendorong percepatan penanaman modal yang menjadi salah satu fokus pemerintah. Pada tahun 2018 ini BKPM RI mengintegrasikan tiga kegiatan akbar yaitu Launching Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Kawasan Industri Tahun 2018 pada tanggal 12 Maret 2018, Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal (KP3MN) 2018 pada tanggal 13 Maret 2018 dan Regional Investment Forum (RIF) pada tanggal 14 Maret 2018.

Pelaksanaan KP3MN, Perluasan Implementasi KLIK dan RIF menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM RI), Thomas Lembong, dimaksudkan untuk dapat mencapai target realisasi investasi 2018 sebesar Rp 765 triliun dan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus perluasan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor nasional.

Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian acara tersebut dan merupakan kegiatan tahunan BKPM RI adalah Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal (KP3MN). KP3MN bertujuan untuk mengkonsolidasikan seluruh aparatur penanaman modal baik di pusat maupun di daerah.

Tema untuk acara KP3MN tahun ini adalah Konektivitas Ekonomi dimaksudkan untuk mendorong agar investasi dapat meraih peluang dari globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang cepat berubah. Investasi harus mampu mendukung percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif, terintegrasi, melengkapi rantai pasok (supply chain) dan efisiensi bagi peningkatan daya saing nasional.

Terkait dengan tema tersebut salah satu agenda utama BKPM RI dalam pelaksanaan KP3MN ini adalah melakukan sosialisasi sistem layanan perizinan online atau online single submission. Kepala BKPM RI, Thomas Lembong menjelaskan bahwa hal ini juga untuk memenuhi harapan Presiden bahwa sistem tersebut sudah dapat diimplementasikan pada Maret 2018.

Kegiatan KP3MN merupakan kegiatan tahunan untuk mengkonsolidasikan seluruh program dan kegiatan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan, promosi, pelayanan perizinan dan nonperizinan, pengendalian pelaksanaan realisasi investasi melalui pemantauan dan fasilitasi permasalahan yang dihadapi penanam modal di lapangan.  

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani menyampaikan bahwa pemilihan tema Konektivitas Ekonomi dilakukan dengan tujuan bahwa hal tersebut dapat menjadi pendorong perubahan paradigma aparatur pemerintah baik di pusat maupun daerah.  Harus ada kesamaan untuk dapat mengantisipasi perubahan yang dibutuhkan pelaku usaha melalui penyederhanaan peraturan/regulasi, memangkas perizinan yang tidak perlu, menghapus ekonomi biaya tinggi dan melakukan percepatan integrasi pelayanan perizinan berusaha dari manual menjadi layanan online single submission.

Peserta KP3MN adalah 850 orang. Dalam acara ini hadir Menteri Dalam Negeri, Tjahtjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sejumlah pejabat kementerian dan lembaga, Wakil Gubernur DIY, serta Kepala atau pejabat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi dan Kabupaten / Kota.

Jogjainvest - Bidang Promosi