BKPM DIY

SHERATON MUSTIKA HOTEL

Yogyakarta, 14 MEI 2018

 

Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM) DIY mengadakan Temu Investor di Sheraton Mustika Hotel Yogyakarta. Temu Investor dengan tema EKSPOR DAN INVESTASI SEBAGAI DAYA UNGKIT KEKUATAN PEREKONOMIAN NASIONAL menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Industri, Kementerian Perindustrian RI, Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu DIY, serta Direktur Java Creative Industries serta dihadiri oleh para pengusaha yang berasal dari seluruh DIY.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY selaku Plt. Kepala BKPM DIY,  Bapak Budi Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mengapa mengambil tema EKSPOR DAN INVESTASI SEBAGAI DAYA UNGKIT KEKUATAN PEREKONOMIAN NASIONAL; mengapa dua hal ini yang akan diangkat, salah satunya adalah karena dua sektor ini dinilai bisa menjadi kunci dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Presiden RI, Bapak Joko Widodo juga menekankan agar seluruh Kementerian dan Lembaga baik pusat dan daerah, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari segi investasi dan ekspor. Beliau mengemukakan bahwa apabila hanya mengandalkan perekonomian domestik saja, maka pertumbuhan ekonomi nasional akan stagnan di kisaran 5%. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk memberikan perhatian lebih kepada dua hal yaitu (i) bagaimana meningkatkan ekspor nasional terutama ke negara-negara non tradisional dan (ii) penciptaan iklim investasi yang sehat dan kondusif bagi perusahaan PMA atau PMDN. Kepercayaan dunia internasional saat ini kepada Indonesia yang ditandai oleh diberikannya predikat layak investasi atau investment grade kepada Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional yakni Moodys, S&P, dan Fitch Rating adalah sebuah momentum yang sangat baik. Kunci untuk menangkap momentum tersebut adalah memberikan effort yang lebih pada upaya – upaya untuk menyederhanakan perijinan untuk investasi dan meningkatkan daya saing terutama untuk meningkatkan volume ekspor. Perlu disadari bersama bahwa dalam rangka meningkatkan ekspor dan investasi ini satu hal yang penting dilakukan adalah memperbaiki iklim kemudahan berusaha / berinvestasi mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah.

Ditambahkan pula bahwa maksud penyelenggaraan temu investor ini adalah sebagai perwujudan komitmen dan dukungan DIY terhadap berbagai program pemerintah pusat utamanya pada sektor ekonomi. DIY dengan segala potensinya sangat menaruh perhatian dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional dari sisi peningkatan daya saing atau efisiensi dalam rangka ekspor dan kemudahan perijinan dalam hal investasi.  

Menyikapi dan mengakomodasi keinginan pemerintah pusat yang telah menempatkan investasi dan ekspor sebagai sebuah sektor penting dalam menggerakkan perekonomian, Daerah Istimewa Yogyakarta patut berbangga karena memiliki kapasitas sumber daya manusia yang melimpah untuk memajukan sektor industri kreatif dan UMKM. Kecukupan kapasitas sumber daya manusia di DIY dalam menekuni industri kreatif dan UMKM yang berorientasi ekspor merupakan sebuah modalitas yang sangat baik dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.

”Dari sisi investasi, banyak PMA dan PMDN yang telah menanamkan modalnya di DIY dan sebagian besar adalah perusahaan yang memiliki orientasi ekspor. Investasi di DIY adalah isu yang harus terus dieksplorasi secara optimal karena keunggulan kompetitif DIY bukan terletak pada sumber daya alam melainkan pada potensi sumber daya manusianya. Berbagai kemudahan, insentif dan permasalahan yang terjadi sangat layak untuk dieksplorasi dan dijadikan referensi kebijakan selanjutnya”, tambahnya.

Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Industri, Kementerian Perindustrian RI, Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu DIY, serta Direktur Java Creative Industries.

Diharapkan oleh masing – masing narasumber bahwa kegiatan ini dapat membantu para peserta yang merupakan pengusaha untuk mampu meningkatkan nilai investasi serta ekspornya. Hal ini diantaranya dengan peningkatan daya saing, inovasi serta kreativitas produk. Di era MEA dan perdagangan bebas ini semua pelaku usaha semakin dituntut untuk mampu meningkatkan daya saingnya. Kreativitas dan Inovasi merupakan kunci keberhasilan usaha. Selain itu dari sisi eksternal yaitu yang diampu oleh pemerintah; akan terus diupayakan untuk menyediakan fasilitasi kemudahan untuk proses ekspor dan perijinan yang masih menjadi kendala utama bagi para pengusaha untuk berkembang.