TEMU INVESTOR: Menumbuhkan Potensi Industri Kreatif Lokal melalui Komersialisasi Inovasi & Teknologi

TEMU INVESTOR: Menumbuhkan Potensi Industri Kreatif Lokal melalui Komersialisasi Inovasi & Teknologi

Penyelenggara : BKPM DIY

Lokasi               : Grand Tjokro Bandung

Tanggal             : 21 September 2018

Menyikapi dan mengakomodasi kebijakan pemerintah pusat yang telah menempatkan investasi, pengembangan UMKM dan ekspor sebagai sebuah sektor penting dalam menggerakkan perekonomian serta sebagai perwujudan komitmen dan dukungan Pemda DIY terhadap berbagai program pemerintah pusat utamanya pada sektor ekonomi kreatif dan UMKM, maka Pemda DIY sangat menaruh perhatian dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi kreatif. Daerah Istimewa Yogyakarta dengan segala potensi ekonomi kreatif yang ada patut berbangga karena memiliki kapasitas sumber daya manusia yang melimpah untuk memajukan sektor industri kreatif dan usaha kecil. Selain dari sisi kultur dan sumber daya manusia, Daerah Istimewa memiliki banyak keunggulan komparatif dengan daerah lain melalui keberadaan berbagai Balai Penelitian dan Pengembangan yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat yang berlokasi di DIY. Sebagai contoh Kementerian Perindustrian memiliki Balai Besar Kerajinan Batik dan Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik. Dari sisi riset dan inovasi, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki Balai Pengembangan Teknologi Bahan Alam LIPI. Secara umum, keberadaan balai tersebut berfungsi sebagai katalisator dalam hal transfer teknologi pada para pelaku UMKM di DIY pada khususnya. Keberadaan balai-balai tersebut menjadi sangat bermanfaat bagi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mewujudkan center of excellent dalam pembinaan UMKM dan industri kecil. Dengan keunggulan ini, Pemerintah Daerah DIY ingin mempromosikan DIY sebagai center of excellent dalam hal pembinaan UMKM dan industri kecil kepada para pelaku industri di daerah lain. Harapannya adalah semakin banyak pelaku industri dan UMKM yang tertarik untuk berjejaring dengan para pelaku usaha dan pemerintah DIY sebagai stakeholder utama mereka. Terciptanya jejaring jejaring baru akan memungkinkan terbukanya ruang ruang bisnis baru yang akan menimbulkan dampak positif bagi pengembangan teknologi pada UMKM di tataran lokal, regional dan nasional. Hal tersebut yang melatarbelakangi Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM) DIY mengadakan Temu Investor di Hotel Grand Tjokro Bandung pada tanggal 21 September 2018. Temu Investor dengan tema Menumbuhkan Potensi Industri Kreatif Lokal melalui Komersialisasi Inovasi & Teknologi ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kepala BPTBA LIPI, Owner Griya Coklat Nglanggeran dan Gudeg Bu Tjitro, serta Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin RI. Temu Investor ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta diantaranya terdiri dari pelaku usaha UKM industri kreatif Bandung Creative City Forum (BCCF), unsur pemerintah daerah beserta KADIN Jawa Barat. Tujuan dari penyelenggaraan Temu Investor ini diantaranya adalah sebagai salah satu effort Pemerintah Daerah DIY dalam mengambil peran pemerintah khususnya pada memperkuat dan meningkatkan akses dan transfer teknologi bagi UKM untuk pengembangan UKM inovatif. Hal ini dikarenakan Kepala BKPM DIY, Bapak Arief Hidayat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa akses dan transfer teknologi untuk UKM masih merupakan tantangan yang dihadapi di Indonesia. Peranan inkubator, lembaga riset, dan kerjasama antara lembaga riset dan perguruan tinggi serta dunia usaha untuk alih teknologi perlu digalakkan. Beliau menambahkan pula bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan DIY sebagai center of excellent dalam pengembangan inovasi pada UMKM. Pentingnya pengembangan inovasi dari hulu sampai hilir dalam mendukung pembangunan nasional diharapkan dapat terkomunikasikan kepada para pelaku usaha di daerah. Lebih jauh nanti diharapkan agar dengan kegiatan ini peluang-peluang dan jejaring bisnis yang dapat dibangun dan dipertukarkan antar pelaku industri di DIY dan Jawa Barat dapat semakin terbuka lebar. Salah satu narasumber yaitu dari Kepala BPTBA LIPI, Ahmad Zulendra menekankan pentingnya UMKM mulai berinovasi dengan berbagai rekayasa teknologi. Potensi di setiap daerah pasti ada, namun yang paling penting adalah membangun ekosistem pendukungnya. Beliau juga memberikan penjelasan mengenai program dan kegiatan yang sedang dilakukan BPTBA LIPI di DIY serta efek positifnya untuk kemajuan UMKM di DIY dan juga menyampaikan success story dalam mendampingi UMKM di DIY. Senada dengan hal tersebut Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin RI, juga mengedepankan pentingnya para pelaku industri kreatif untuk terus berinovasi seiring perkembangan tren dan teknologi terkini. UMKM perlu menyadari pentingnya Komersialisasi dan pemanfaatan rekayasa teknologi dalam rangka meraih tujuan untuk menembus pasar global. Kolaborasi dan jejaring antar pelaku usaha antar wilayah (Misal Jawa Barat dan Yogyakarta) dalam pengembangan produk kreatif juga harus mulai ditumbuhkembangkan. Sebagai success story, Owner Griya Coklat Nglanggeran dan Gudeg Bu Tjitro juga menyampaikan mengenai bagaimana kisah sukses mengembangkan usaha dengan bantuan rekayasa teknologi. Mereka juga mengundang para pelaku bisnis di Bandung dan Jawa Barat untuk bersama membangun jejaring serta mulai memperluas usaha dengan pemanfaatan rekayasa teknologi di Yogyakarta.

Dinas Terkait