Kunjungan dari Himpunan Mahasiswa Mualamah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto

Kunjungan dari Himpunan Mahasiswa Mualamah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto

Pada tanggal 16 November 2018 BKPM DIY pukul 13:00 WIB mendapatkan kunjungan dari Himpunan Mahasiswa IAIN Purwokerto. Adapun dalam kunjungan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan “Safari Imiah dengan Tema: Membangun Intelektual dalam Meningkatkan Profesionalitas Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah” Himpunan Mahasiswa Jurusan Muamalah, Fakultas Syariah IAIN Purwokerto.

Adapun beberapa hal yang dibahas dalam kunjungan tersebut, terangkum dalam beberapa poin dibawah ini:

1. Acara berupa paparan mengenai sejarah, tugas dan fungsi BKPM DIY yang disampaikan oleh Bapak Sunu Siswanta

2. BKPM apabila di pusat merupakan singkatan dari Badan Koordinasi dan Penanaman Modal, akan tetapi di D.I.Yogyakarta BKPM merupakan singkatan dari Badan Kerjasama dan Penanaman Modal. Hal tersebut dikarenakan D.I.Yogyakarta memiliki keistimewaan untuk menentukan sendiri nomenklatur OPD di wilayahnya. BKPM DIY dibentuk sesuai dengan Perdais Nomo1 1 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2013 tentang Kewenangan Dalam Urusan Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

3. Badan Kerjasama dan Penanaman Modal DIY membagi dua tugas pokok dalam lembaganya. Pertama, mengenai urusan kerjasama, dan kedua mengenai urusan penanaman modal

4. Kerjasama yang dimaksud bukanlah dalam ranah investasi, akan tetapi merupakan payung hukum kerjasama antara pemerintah daerah DIY baik di dalam negeri maupun luar negeri

5. Kerjasama dalam negeri dibagi menjadi tiga bagian

    a) Kerjasama antara Pemda DIY dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota

    b) Kerjasama antara Pemda DIY dengan Pemerintah Provinsi lain

    c) Kerjasama antara Pemda DIY dengan Pihak ke-3

6. Begitu juga dengan kerjasama luar negeri. Hanya saja lingkup luar negeri lebih luas cakupannya. Contoh kerjasama luar negeri yang masih aktif antara lain sister city dengan Nara, Jepang dan Gangwon, Korea Selatan. Bidang-bidang yang dikerjasamakan juga beragam, mulai dari kebudayaan, pertanian, pendidikan, tata ruang, dsb.

7. Selain memfasilitasi payung hukum dalam kerjasama Pemda DIY, BKPM DIY memiliki tugas lain yaitu membantu Gubernur dalam urusan penanaman modal. Hal ini berkaitan untuk mendorong pertumbuhan investasi di D.I.Yogyakarta. Di pulau Jawa, D.I.Yogyakarta merupakan provinsi dengan pertumbuhan investasi terendah apabila dibandingkan dengan provinsi lain. Untuk itu diperlukan upaya ekstra untuk meningkatkan jumlah pertumbuhan investasi di D.I.Yogyakarta, baik untuk golongan Penanaman Modal Dalam Negeri maupun Penanaman Modal Asing.

8. BKPM DIY memiliki website yang berisikan data-data realisasi investasi di D.I.Yogyakarta. Update data terakhir realisasi triwulan kedua tahun 2018 tumbuh sebesar 1,62 % sedangkan target pertumbuhan lebih dari 5%. Perhitungan tersebut didasarkan dari data LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) yang seharusnya dilaporkan per triwulan oleh setiap perusahaan penanam modal di DIY. Namun pada kenyataannya, banyak perusahaan yang tidak mengumpulkan LKPM sehingga itu menjadi kendala dan tantangan tersendiri bagi BKPM DIY.

9. Tantangan dan kendala terbesar yang menghambat pertumbuhan investasi di D.I.Yogyakarta adalah karena sempitnya lahan yang prospekfif serta harga tanah yang kian mahal dari tahun ke tahun. Sebagai contoh kasus, di kawasan New Yogyakarta International Airport harga tanah semula Rp 60.000 per m2 naik menjadi Rp 1.000.000 per m2 setelah adanya publikasi bahwa area tersebut akan dibangun proyek NYIA. Hal tersebut juga terjadi di piyungan yang akan menjadi sentra kawasan industry. Kasus lain misalnya terdapat kesediaan lahan untuk penanaman modal, akan tetapi tanah tersebut merupakan Sultan Ground, atau Pakualaman (Kadipaten) Ground menjadikan lahan tersebut tidak dapat dibeli oleh investor. Lahan tersebut digunakan sebagai lahan kas desa yang boleh disewa maksimal sampai dengan 20 tahun akan tetapi boleh diperpanjang. Kesulitan pada perolehan lahan tersebut yang menjadikan pertumbuhan investasi di D.I.Yogyakarta terendah se-Jawa.

10. Oleh karena itu, strategi untuk mencapai fokus pada peningkatan pertumbuhan investasi di D.I.Yogyakarta salah satunya dengan cara memberikan kemudahan penyediaan lahan serta mengkoordinasikan dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang untuk memberikan kemudahan memperoleh perijinan sebagai bentuk kemudahan berinvestasi.

Dinas Terkait