Partisipasi DIY dalam INDONESIA BAGIAN TIMUR EXPO (IBT EXPO 2018) Surabaya

Partisipasi DIY dalam INDONESIA BAGIAN TIMUR EXPO (IBT EXPO 2018) Surabaya

           Potensi investasi, pariwisata dan perdagangan di wilayah Indonesia bagian timur yang sangat besar perlu terus-menerus dipromosikan ke kalangan investor, wisatawan, maupun trader atau pihak-pihak yang berkepentingan baik dalam negeri maupun mancanegara. Salah satu faktor terpenting dalam pembangunan perekonomian wilayah Indonesia bagian timur adalah masuknya investasi ke daerah serta kelancaran perdagangan barang dan jasa untuk memperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan kunjungan wisata yang dapat menciptakan devisa. Sedangkan bentuk investasi ke daerah timur Indonesia, diharapkan terciptanya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN maupun Penanaman Modal Asing (PMA) yang pada akhirnya dapat mendorong dan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di suatu daerah.

         Untuk maksud tersebut di atas maka Kementrian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementrian Koperasi dan UKM, Kementrian Perindustrian, Kementrian BUMN dan Asosiasi terkait menyelenggarakan pameran “INDONESIA BAGIAN TIMUR EXPO (IBT EXPO 2018)” yang diadakan pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 04 November 2018 di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur dengan tema : “When East Java Meet Eastern”. IBT EXPO 2018 merupakan pameran yang di selenggarakan untuk ketiga kalinya sejak tahun 2916. Pemilihan Surabaya sebagai lokasi pameran dikarenakan Surabaya termasuk salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki potensi unggulan dalam bidang investasi, perdagangan, industri dan pariwisata di Jawa bagian timur. Lokasi ini diharapkan dapat menjadi hub bagi pengembangan Indonesia timur dan barat. Disamping sebagai pusat bisnis, Surabaya sering dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara dan merupakan kota dengan perwakilan negara-negara sahabat setelah Jakarta . Dari sisi geografis, Surabaya sangat tepat karena sangat dekat dengan Bali dan Lombok dimana sebagian investor maupun peminat tourism dan perdagangan menjadikan dua tempat tersebut sebagai pintu masuk ke wilayah Indonesia timur.

Secara umum, pameran ini memiliki manfaat untuk membangun kesadaran audiens terkait dengan banyaknya potensi Trade, Tourism and Investment di Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyak sekali pengunjung dari Batam dan sekitarnya yang menanyakan pengembangan pariwisata dan investasi serta perdagangan di DIY dan hal ini merupakan sebuah upaya yang tidak boleh berhenti karena membangun citra dan kesadaran potensi TTI harus terus dikembangkan.

        Direktur Operasional IBT Center, Dyah Lestari mengatakan, dari pameran itu para buyer dan seller bisa bertemu secara langsung untuk mendapatkan peluang investasi hingga potensi transaksi dagang yang lebih besar. "Expo ini dampaknya sangat signifikan. Kami melihat banyak daerah yang ikut pameran karena beberapa daerah juga sangat merindukan gelaran seperti ini apalagi potensi transaksi dagangnya sangat besar," jelasnya usai konferensi pers IBT Expo 2018 di Garden Palace Surabaya, Rabu (24/10/2018). Dia menilai, antusiasme para pelaku bisnis dan stakeholder terkait di kawasan Indonesia Timur sangat tinggi terhadap gelaran pameran dagang di Jawa Timur. "Ini karena di sana masih belum banyak gelaran yang mengusung konsep B2B dan akses informasi dagang masih minim," katanya. Hal ini menjadikan adanya IBT Expo di Jawa Timur diharapkan bisa memperluas jaringan pangsa pasar hingga akhirnya melakukan transaksi dagang yang berkelanjutan. "Kami harapkan melalui Expo ini akan ada nilai transaksi dagang yang bisa mencapai lebih dari Rp 1 triliun dibandingkan gelaran tahun lalu," terangnya.

Selain itu, Dyah menambahkan, selama pameran berlangsung pihaknya juga menyediakan setidaknya 20 space yang ditujukan bagi pelaku usaha dan stakeholder terkait dari wilayah Indonesia Timur. "Kami targetkan setelah pameran ini selesai sedikitnya akan ada 3-4 provinsi yang membukan kantor dagang di IBT Center," terangnya. Sebab, IBT Center menjanjikan akan memberikan fasilitas seperti pertemuan buyer dan seller di Jawa Timur secara rutin hingga prospek perkantoran untuk masa yang akan datang.

            IBT Expo sudah berlangsung sejak tahun 2016. Tahun 2018 ini merupakan tahun ketiga, yang akan dimulai pada 31 Oktober 2018 mendatang. Rencananya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, AA Puspayoga akan hadir melakukan pembukaan. "Targetnya pengunjung bisa naik jadi 5.000 pengunjung. Terakhir IBT di tahun 2017 lalu, visitor mencapai 3.000 orang," tambah Rahmi. Tahun 2017 lalu, ada pertemuan sebanyak 25 Business to Business (B2B) dengan jumlah peserta pameran mencapai 55 STAN. "Tahun ini bisa naik lebih dari 25 dan stan pesertanya 65 stan," jelas Rahmi.

            Kepala Bidang Perdagangan dalam Negeri Dinas Disperindag Jawa Timur, Saiful Jasan menambahkan, bila perdagangan antar pulau dari dan ke Jatim saat ini terus mengalami peningkatan. "Capaian di semester I tahun 2018 ini sudah mencapai Rp 101,15 triliun. Tahun 2017 lalu, mencapai Rp 165 triliun dan sampai akhir tahun ini targetnya bisa mencapai Rp 200 triliun," jelas Saiful. Pihaknya optimistis target tersebut akan tercapai, mengingat banyak kegiatan misi dagang yang dilakukan Jatim ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia. "Kami juga sudah ada 26 perwakilan dagang di 26 provinsi se-Indonesia. Kemudian kegiatan pameran di berbagai daerah. Dengan adanya IBT Expo seperti ini juga peluang untuk bisa meningkatkan perdagangan antar pulau Jatim," ungkap Saiful.

Dalam pameran ini, stand BKPM DIY mendapat kunjungan dari pejabat konsulat Belanda dan Amerika Serikat yang menanyakan mengenai potensi wisata dan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam perbincangan lebih lanjut, mereka meminta data mengenai potensi pariwisata, investasi dan ekonomi kreatif untuk digunakan sebagai bahan referensi pengembangan kerjasama antara Indonesia dan USA. Mereka sangat antusias dengan berbagai potensi yang ada di Yogyakarta dan akan mengkajinya secara lebih serius. Dari sisi perdagangan, UMKM yang dibawa oleh BKPM DIY mampu mencatatkan jumlah penjualan sebanyak 25 juta rupiah selama 4 hari pameran. Disamping itu ada beberapa calon buyer dari Surabaya yang mencari bahan baku untuk digunakan sebagai tangkai payung fantasi dari kayu dalam jumlah besar.

Dinas Terkait