RUANG LINGKUP KEGIATAN

Kafka

Tahun 2019 merupakan tahun pertama penerapan Organisasi Berbasis Kinerja (Performance Based Organization). Melalui Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kelembagaan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, kelembagaan Pemerintah Daerah DIY didesain paralel (inline) dengan alur (cascading) kinerja visi, misi, tujuan, sasaran, progarm Pemda, dan program OPD yang diamanatkan dalam dokumen RPJMD 2017 – 2022.

Renstra Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY yang merupakan penjabaran operasional RPJMD 2017 - 2022 telah mengakomodir dinamika program/kegiatan selama kurun waktu 2017 – 2022. Renstra ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017 – 2018 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 109 Tahun 2018.

  1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD

Sesuai cascade kinerja, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY mendukung pencapaian sasaran Pemerintah Daerah meningkatnya kapasitas tata kelola pemerintahan yang didukung oleh program sinergi tata kelola pemerintahan. Terkait hal tersebut tujuan jangka menengah Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY selama lima tahun adalah :

 “Meningkatkan pelayanan perizinan dan meningkatkan penanaman modal di DIY”

 

  1. Strategi dan Arah Kebijakan

Strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah,  diuraikan dalam tabel sebagai berikut:

NO.

SASARAN

STRATEGI

ARAH KEBIJAKAN

1.

Meningkatnya realisasi investasi

Koordinasi lintas sektor dalam rangka menciptakan iklim investasi yang kondusif dan pemerataan investasi (pertumbuhan investasi di kabupaten tertinggal)

Meningkatkan daya tarik penanaman modal yaitu Pemberian insentif dan fasilitasi investasi

Pengembangan promosi yang lebih terarah dan inovatif.

Peningkatan Penanaman Modal Yang Berkualitas Dan Berkelanjutan

Mempercepat realisasi penanaman modal melalui kegiatan proaktif memfasilitasi penyelesaian permasalahan /hambatan dalam pelaksanaan penanaman modal

Mendorong persebaran Investasi penanaman modal merata di semua wilayah DIY

Melakukan koordinasi intensif terkait dengan materi kerjasama baik secara formal maupun informal dan tindak lanjut kerjasama yang sudah disepakati

Meningkatkan daya tarik penanaman modal melalui pemberian insentif dan fasilitasi investasi

2.

Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan

Peningkatan kualitas pelayanan pelayanan perizinan dan non perizinan

Mendorong penggunaan aplikasi pendukung proses percepatan pelayanan perizinan

Mewujudkan proses pelayanan perizinan yang cepat

Mempercepat  proses penyelesaian dokumen izin

Mewujudkan ketepatan waktu penerbitan izin dan non izin

Mendorong peningkatan kualitas dan proffesionaliatas petugas pelayanan perizinan

Mengoptimalkan pelayanan pengaduan perizinan

Mekasimalkan penggunaan teknologi serta layanan sistem pengaduan online

Memanfaatkan sarana dan prasarana secara optimal