BERITA

Kolaborasi untuk Menembus Pasar Luar Negeri

Kafka
Kolaborasi untuk Menembus Pasar Luar Negeri

Bantul – Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sarasehan virtual Business Forum dan Business Matching Sektor Furnitur dan Aksesoris Furnitur yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan DPPM DIY pada bulan November 2020, telah diselenggarakan rapat tindaklanjut dengan mengundang pelaku usaha yang terlibat dalam sarasehan virtual tersebut. Dalam rapat ini hadir Kepala DPPM DIY dan perwakilan dari Kadin DIY sebagai pembicara.
Dalam kesempatan ini Kepada DPPM DIY menyampaikan kinerja ekspor impor DIY selama kuran waktu 2020 – April 2021. Bahkan menurut data Bank Indonesia selama pandemi, kinerja ekspor DIY pada sektor furniture dan aksesoris furniture mengalami peningkatan sebesar 13%.  Namun demikian, Agus melaporkan bahwa belum terdapat progress berupa kesepakatan jual beli antara pelaku usaha DIY dan Johor Bahru  yang terlibat pada kegiatan Business Matching yang diselenggarakan pada November 2020 lalu.
“Kendala yang dihadapi para pelaku usaha antara lain adalah belum terdapat respon dari pihak Johor Bahru, sudah terdapat komunikasi namun belum tercapai kesepakatan harga dan tipe produk yang belum sesuai dengan permintaan.” Ujar Agus menutup presentasinya.
Agus Imron dari Kadin DIY menambahkan bahwa perlu ada Market Intelligent agar kendala-kendala seperti yang disampaikan oleh Kepala DPPM DIY tersebut bisa teratasi. Market Intelligent sangat diperlukan agar pelaku usaha dapat menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan minat pasar negara tujuan ekspor.
Menanggapi hal ini, Konjen RI di Johor Bahru menyampaikan bahwa sebelum menyelenggarakan Business Matching pihak KJRI telah melakukan market intelligent dan kurasi buyer yang diundang. Melalui  Business Matching tersebut juga  muncul minat dari pihak buyer pada produk furniture dan aksesoris furniture dari Jogja, namun karena situasi pandemi yang belum pulih maka belum dapat direalisasikan.
Untuk menutup rapat koordinasi, Rossy Verona (Sesditjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri) mengatakan bahwa meskipun belum terdapat progress berupa kesepatakan jual beli, kegiatan Business Forum dan Business Matching perlu tetap diselenggarakan terutama dalam masa pandemi ini  untuk membangun kolaborasi antara Pemda, Perwakilan RI dan Kementerian Luar Negeri serta para pelaku usaha karena untuk menembus pasar ekspor diperlukan kolaborasi yang kuat dari banyak pihak.