BERITA

Memantapkan Strategi Kerja Sama Luar Negeri DIY untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kafka
Memantapkan Strategi Kerja Sama Luar Negeri DIY untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Bantul – Di tengah dunia yang nyaris tanpa sekat saat ini, kerja sama antar daerah, termasuk dengan daerah di luar negeri menjadi keniscayaan. Kerja sama dengan mitra di luar negeri utamanya diarahkan sebagai upaya untuk mengisi celah pembangunan yang belum dapat dilakukan sepenuhnya oleh para pemangku kebijakan di dalam negeri.

Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Agus Priono menyampaikan hal ini saat membuka rapat kerja teknis (rakernis) kerja sama luar negeri secara virtual pada Kamis (26/8) pagi.

Pada rakernis bertajuk “Optimalisasi Kerja Sama Luar Negeri dalam Rangka Mendukung Pembangunan Daerah” dan diikuti lebih dari 30 orang perwakilan organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait di DIY ini Agus lebih lanjut mengatakan kerja sama luar negeri utamanya ditujukanuntuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“(Hal ini) agar kerja sama yang dilakukan memiliki dampak yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto, yang menjadi pembicara pertama pada rakernis ini, mengatakan arah dan strategi kerja sama luar negeri di masa pandemi seperti sekarang berfokus pada mitigasi Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Pemerintah daerah, menurutnya, berperan dalam mendorong pemulihan ekonomi diantaranya dengan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)setempat.

“Kerja sama antara pemerintah daerah dan mitra di luar negeri, seperti melalui kerja sama sister province atau sister city, dapat dikembangkan ke kerja sama di bidang ekonomi dan tidak hanya di bidang kebudayaan atau pendidikan seperti yang sudah dilakukan selama ini,” ujarnya.

Pembicara berikutnya, diplomat ahli madya di Direktorat Eropa 2 Kementerian Luar Negeri RI Punjul SetiyaNugraha membahas secara khusus beberapa peluang kerja sama yang dapat dibangun dengan daerah di negara-negara di kawasan Eropa Timur dan Tengah.

Negara-negara di kawasan ini, terang Punjul, memiliki potensi besar di bidang teknologi, pariwisata, ekonomi, serta perdagangandan investasi.

“DIY dapat menjajaki kerja sama dengan daerah di kawasan ini khususnya untuk mengembangkansmart province dan teknologi pengolahan sampah,” ujarnya.

George Iwan Marantika, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY yang juga Presiden Indonesia-Australia Business Council (IABC) dan Konsul Kehormatan Hongaria di Indonesia, yang menjadi pembicara terakhir, menyoroti potensi kerja sama luar negeri di bidang ekonomi.

Menurutnya, DIY harus dilihat sebagai sebuah brand dengan potensi besar di bidang pendidikan, kebudayaan, UMKM, dan infrastruktur, salah satunya dengan berdirinya bandara baru New Yogyakarta International Airport.

“Berbagai potensi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menjalin kerja sama dengan mitra di luar negeri. Kerja sama dapat dimulai dengan people-to-people contact, dan tidak harus melalui payung kerja sama sister province atau sister city,” kata George.

Pada sesi diskusi yang dipandu oleh Agus Priono, para pembicara sepakat bahwa kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata selalu menjanjikan. Pemda DIY pun diharapkan dapat lebih mengembangkan lagi potensi ekspor, terutama dari sektor UMKM yang menjadi penyokong utama ekonomi DIY.

Selain itu, para pembicara juga menekankan pentingnya penyiapan paket-paket investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor, karena daerah lain di Indonesia pun tengah gencar melakukan hal ini.